‘Barcode’ Menghapus Kecurangan UN???

Tulisan ini saya kutip dari Kompas[dot]com. Judul aslinya saya ubah karena keraguan saya bahwa penerapan ‘Barcode’ pada Naskah Soal dan Lembar Jawaban Ujian Nasional dapat menghapus kecurangan dan kebocoran soal Ujian Nasional yang selama ini terjadi. Tapi secara pribadi, saya berharap jawaban dari Judul yang saya berikan adalah “YA”. Namun demikian perlu diakui bahwa ‘barcode’ yang ada LJK dan Naskah Soal Ujian Nasional dapat dibaca dengan aplikasi Android menggunakan gadget dengan harga terjangkau seperti LENOVO S880 – White

Berikut tulisan aslinya yang saya tampilkan tanpa pengeditan sesuai dengan aslinya.

0751293620X310DEPOK, KOMPAS.com – Persoalan kebocoran soal Ujian Nasional (UN) menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam penyelenggaraan UN selanjutnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Kemdikbud mengeluarkan format baru untuk naskah soal dan lembar jawaban UN 2013.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud, Khairil Anwar Notodiputro, mengatakan bahwa tahun ini naskah soal dan lembar jawaban UN dibuat menjadi satu kesatuan sehingga pembagiannya tidak dilakukan terpisah seperti pada pelaksanaan UN sebelumnya.

“Tahun ini, antara naskah soal dengan lembar jawaban tidak terpisah seperti biasa. Kalau dipisah malah petaka, karena jawaban anak bisa jadi tidak sesuai antara soal dan lembar jawaban UN,” kata Khairil saat Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2013 di Pusat Pengembangan Tenaga Pendidikan di Depok, Selasa (12/2/2013).

Ia juga mengingatkan jika ada lembar jawaban yang rusak dan minta penggantian maka naskah soalnya juga harus diganti begitupula sebaliknya. Dengan demikian, potensi rumor kecurangan pada UN melalui cara memasukkan kode soal secara acak tidak lagi dapat dilakukan.

Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Teuku Ramli, membenarkan format baru ini. Bahkan pada lembar jawaban UN tertera barcode yang mengindikasikan kode naskah soal UN. Nantinya barcode ini akan dipindai oleh alat tertentu saat jawaban UN dikoreksi.

“Jadi tidak perlu lagi siswa memasukkan kode naskah soal karena sudah ada barcode itu,” ujar Ramli.

“Jika mau curang dengan menukar lembar jawaban maka saat dikoreksi jawabannya tidak akan sesuai dengan soal karena ada barcode itu,” tandasnya.

Selain penggunaan barcode dan penyatuan naskah soal dengan lembar jawaban UN, Kemdikbud juga menyiapkan 20 variasi soal pada UN tahun ini sehingga anak-anak bisa berkonsentrasi pada soalnya masing-masing tanpa perlu melihat pekerjaan temannya.

About wujuddin

Saya lahir di Kanakea, Maret 24, 1971 Pendidikan formal saya Kimia, tetapi sekarang lebih suka mengajar TIK.

Posted on April 5, 2013, in Pendidikan and tagged , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. waduhh mau jadi apa bangsa ini kalau banyak kecurangan dalam UN

  2. alhamdulillah sudah lulus.. bagus pak pake barcode… ini blog baru saya pak http://antinikiehl.123website.co.id/286040416

  3. Budaya kecurangan ini memang dari kecil sampai tua adaa terus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: