OneCyberTeam

Kamis, 5 April 2012 saya menerima balasan surat dari sahabat saya yang (baru saya ingat) pernah saya kirimkan email undangan untuk bergabung dengan LinkedIn. Nama sahabat saya itu adalah Febby Hikma Rahmadani.

Dalam surat balasannya, dia bertanya “Ass. Boleh, sebelumnya saya tanya tujuannya dan manfaat yang didapatkan apa?

Uraian di bawah ini adalah jawaban yang bisa saya berikan kepada sabahat saya tersebut.

OneCyberTeam

Mungkin mirip dgn jejaring sosial yang lain, saya juga tidak maksimal menggunkan Linkedin itu. Waktu terkirim undangan untuk bergabung, sebenarnya saya hanya memanfaatkan link ‘Undang Teman’, tapi saya sendiri belum kenal betul apa perbedaannya dgn jejaring sosial yang lain seperti facebook dan twitter.
Jika masih berkenan, lebih bagus kamu coba yang ini OneCyberTeam
Kalau yang ini punya saya sendiri secara pribadi. Saya namakan One Cyber Team (OCT), didorong oleh obsesi saya, bahwa SMAN 1 Baubau harus mempunyai satu jejaring sosial secara khusus yang dapat digunakan oleh siswa, guru, orangtua dan alumni untuk berkomunikasi tentang apa saja mengenai SMAN 1 Baubau tanpa diganggu dengan tampilan iklan dan user-user lain yang bisa membuat komunikasi kita menjadi tidak fokus dan terkesan tidak berguna, asal saja, yang penting banyak teman tetapi tidak mengambil manfaat dari pertemanan tersebut.
Pengguna OCT tidak saya batasi, namun saat ini yang menggunakan masih terbatas pada siswa-siswa yang saya ajar sebanyak 8 kelas (sekitar 300 siswa). Ada juga yang belum mendaftar sehingga saat ini baru sekitar 265 user dengan sekitar 2657 kiriman. Sebagian user adalah siswa yang tidak saya ajar langsung dan alumni SMAN 1 Baubau.
Kiriman atau posting dapat berupa ‘status’  seperti facebook atau ‘tweet’ layaknya twitter, tapi lebih banyak saya sarankan siswa untuk memposting soal baik Kimia maupun Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) nanti sesama siswa yang akan menjawab. Setiap komentar (jawaban) baik yang BENAR maupun yang SALAH akan dinilai secara otomatis pada skrip php yang saya tambahkan. Posting, komentar, banyaknya teman, jumlah follower, jumlah following, grup, jawaban atas pertanyaang guru, jawaban atas pertanyaan teman semuanya akan dinilai. Singkatnya seluruh aktivitas siswa atau user yang ada dalam OCT akan dinilai. Dan melalui skrip php yg saya tambahkan siswa dapat pula mengecek nilainya sendiri berdasarkan username atau user ID masing-masing. Jika kamu sudah terdaftar di OCT dan memiliki username, kamu bisa mencoba mengklik yang ini Cek Nilai. Tapi lebih tepatnya link itu digunakan oleh siswa yang saya ajar karena berkaitan dengan penilaian mata pelajaran yang saya ajarkan. Kesempatan untuk melihat nilai sendiri inilah yang mudah-mudahan dapat mendorong siswa untuk lebih banyak beraktivitas. Satu yang tidak disadari siswa adalah saya memaksa mereka untuk menggunakan handphone yang dipunyai tidak hanya sekedar memposting ‘status’ dan ‘tweet’ yang lebih banyak hanya menghabiskan waktu dan pulsa saja.
Untuk lebih jelasnya tentang apa yang sudah terjadi di One Cyber Team ini, bagaimana kalau kamu bergabung di dalamnya. Klik yang ini saja OneCyberTeam

Hampir dilupa, kenapa di namanya menggunakan kata ‘Team’?

Jawabannya begini, saya punya resolusi tahun 2012 ini SMA Negeri 1 Baubau menjadi SMA yang terdepan dalam pemanfaatan Teknologi Informasi di level Kota Baubau, jangan terlalu tinggi dulu. Nah, untuk mewujudkan resolusi itu, maka saya membentuk suatu Tim yang beranggotakan siswa dengan binaan dari saya sebagai guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (semacam kegiatan ekstrakurikuler) yang menjadi garda terdepan yang mempersiapkan segala hal yang berkaitan pemanfaatan TI di SMA Negeri 1 Baubau, termasuk migrasi dari sistem manual ke sistem komputerisasi, dan paling mendesak adalah ‘database’ atau basisdata.

Jangan dianggap remeh SMA Negeri 1 Baubau setiap tahunnya menerima 500 peserta didik baru dan setiap tahun pelajaran berlangsung ada 1500 siswa yang jelas harus mempunyai data dengan sekitar 100 orang guru dan staf tata usaha. Bagi yang mengerti basisdata, hal ini merupakan hal yang tidak mudah tetapi sekaligus menantang bagi yang ingin tertantang. Bagi yang ingin menghindar dan ‘tidak mau tau’ itu lain soal. Bagi mereka tidak ada perbedaan antara jaman dulu ‘jadul’ dan jaman sekarang, yang penting katanya masih bisa hidup. Kalau masih bisa dengan cara manual (baca: cara lama) untuk apa pakai komputer.

Awal Tahun Pelajaran 2011/2012, dengan segala kekhawatiran dan bersusah payah saya mengusulkan supaya SMA Negeri 1 Baubau memulai memanfaatkan sistem online dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Alhamdulillah, dapat dilalui dengan aman dan sukses. Ada yang bilang, “Ah, SMA 1 itu  hanya gaya saja, pake sistem online katanya, tapi siswa masih disuruh juga datang ke sekolah!”

Jawaban saya :

  • PPDB Online itu gratis, sehingga tidak mungkin PIN disebar secara tidak terkendali di luar dan siswa harus datang ke SMAN 1 Baubau untuk mengambil PIN. Bayangkan kalau diedarkan secara bebas, khan calon siswa akan menggunakan PIN sebanyak-banyak yang dia mau karena tidak dibayar. Alasan hilang misalnya, tinggal ambil lagi, gratis.
  • Untuk menghindari kesalahan calon siswa mengupload foto maka calon siswa diambil gambar oleh pihak panitia SMAN 1 Baubau, kemudian pihak panitia yang menguploadkan pada nomor siswa tersebut. Sementara jika calon siswa kesulitan mengupload foto, nanti jadilah komentar PPDB Online susah. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, tahun ini kami beri kesempatan kepada calon untuk mengupload sendiri fotonya. Dan itu justru jauh lebih enteng pekerjaan panitia.
  • Sehingga semua komentar akan menjadi tantangan ke depan. Apapun kelemahan yang terjadi, masih lebih bagus daripada yang tidak dapat berbuat.

Memang kami masih banyak kekurangan, tapi kami sudah memulai. Kapan giliran Anda?

About wujuddin

Saya lahir di Kanakea, Maret 24, 1971 Pendidikan formal saya Kimia, tetapi sekarang lebih suka mengajar TIK.

Posted on April 9, 2012, in Ilmu Pengetahuan, Pendidikan. Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada OneCyberTeam.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: