miras + spiritus = maut

Molekul Methanol

Molekul Methanol

Terinspirasi dari berbagai kasus miras oplosan akhir-akhir ini, maka saya mencoba mengingatkan kita semua terutama yang berencana mengundi hidup dengan miras oplosan.

Minuman keras atau minuman beralkohol dalam ajaran agama Islam sudah jelas-jelas diharamkan. Bagi yang sudah mengenyam pendidikan, tidak perlu lagi bertanya kenapa diharamkan.

Minuman keras merupakan minuman yang di dalamnya terkandung senyawa etanol (C2H5OH=ethyl alkohol). Senyawa etanol sendiri adalah salah satu anggota dari keluarga senyawa alkohol. Senyawa ini jika masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi kerja syaraf otak, sehingga efek pertama yang dirasakan oleh peminum minuman keras adalah sakit kepala sampai muntah-muntah. Efek berat yang ditimbulkannya adalah si peminum dapat bertindak di luar kesadarannya (inilah yang disebut dengan keadaan mabok). Kalau tindakan di luar kesadaran itu adalah bisa mengangkat peti kemas beserta isinya, itu sangat berguna sekali bagi pembangunan atau setidak-tidaknya bagi keluarganya. Tetapi yang terjadi adalah tindakan di luar kesadaran itu selalu merupakan tindakan yang menjurus ke arah kriminal, memalak, memperkosa, dan sejenisnya. Sehingga dalam hukum negara pun sepantasnya meminum minuman keras itu dilarang.

Etanol banyak digunakan sebagai pelarut berbagai bahan-bahan kimia yang ditujukan untuk konsumsi dan kegunaan manusia. Contohnya adalah pada parfum, perasa, pewarna makanan, dan obat-obatan. Dalam kimia, etanol adalah pelarut yang penting sekaligus sebagai stok umpan untuk sintesis senyawa kimia lainnya. Dalam sejarahnya etanol telah lama digunakan sebagai bahan bakar (Wikipedia).

Senyawa alkohol yang lain adalah metanol (CH3OH=methyl alhokol). Efek senyawa ini bukan hanya mempengaruhi kerja syaraf seperti etanol, tetapi sampai mematikan (merupakan racun). Etanol dan metanol dicampur dan dipasarkan dengan nama spiritus. Keduanya tidak berwarna seperti air. Tetapi kenapa spiritus yang kita kenal berwarna ungu kebiruan? Kalau ada beri komentar saya jawab, kalau tidak beri komentar berarti sudah tau jawabannya. OK

Mau Lagi?

Mau Lagi?

Metanol, juga dikenal sebagai metil alkohol, wood alcohol atau spiritus, adalah senyawa kimia dengan rumus kimia CH3OH. Ia merupakan bentuk alkohol paling sederhana. Pada “keadaan atmosfer” ia berbentuk cairan yang ringan, mudah menguap, tidak berwarna, mudah terbakar, dan beracun dengan bau yang khas (berbau lebih ringan daripada etanol). Ia digunakan sebagai bahan pendingin anti beku, pelarut, bahan bakar dan sebagai bahan additif bagi etanol industri.

Karena sifatnya yang beracun, metanol sering digunakan sebagai bahan additif bagi pembuatan alkohol untuk penggunaan industri; Penambahan “racun” ini akan menghindarkan industri dari pajak yang dapat dikenakan karena etanol merupakan bahan utama untuk minuman keras (minuman beralkohol). Metanol kadang juga disebut sebagai wood alcohol karena ia dahulu merupakan produk samping dari distilasi kayu. (Wikipedia)

Dalam proses pengawetan mayat, orang Mesir kuno menggunakan berbagai macam campuran, termasuk di dalamnya metanol, yang mereka peroleh dari pirolisis kayu. Methanol murni, pertama kali berhasil diisolasi tahun 1661 oleh Robert Boyle, yang menamakannya spirit of box, karena ia menghasilkannya melalui distilasi kotak kayu. Nama itu kemudian lebih dikenal sebagai pyroxylic spirit (spiritus). Pada tahun 1834, ahli kimia Perancis Jean-Baptiste Dumas dan Eugene Peligot menentukan komposisi kimianya. Mereka juga memperkenalkan nama methylene untuk kimia organik, yang diambil dari bahasa Yunani methy = “anggur”) + hŷlē = kayu (bagian dari pohon). Kata itu semula dimaksudkan untuk menyatakan “alkohol dari (bahan) kayu”, tetapi mereka melakukan kesalahan. (Wikipedia)

Kata methyl pada tahun 1840 diambil dari methylene, dan kemudian digunakan untuk mendeskripsikan “metil alkohol”. Nama ini kemudian disingkat menjadi “metanol” tahun 1892 oleh International Conference on Chemical Nomenclature. Suffiks [-yl] (indonesia {il}) yang digunakan dalam kimia organik untuk membentuk nama radikal-radikal, diambil dari kata “methyl”. (Wikipedia)

Nah, begitu!

Nah, begitu!

Kesimpulannya, spiritus itu nyata merupakan senyawa yang mematikan. Sehingga kenapa juga mau mengundi hidup dengan meminum minuman keras yang dicampur dengan spiritus.

KISI-KISI ULANGAN UMUM SEMESTER GENAP 2009/2010

About wujuddin

Saya lahir di Kanakea, Maret 24, 1971 Pendidikan formal saya Kimia, tetapi sekarang lebih suka mengajar TIK.

Posted on Mei 14, 2010, in Ilmu Pengetahuan, Opini, Serba-Serbi and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. kebanyakn senyawa2 alkohol langsng menyerang sistem saraf pusat yg menjd pngndali aktifitas manusia apalg dgn kandngan yg tinggi shingga enzim tdk mampu mengktlsis klbhn senyawa trsbt

  2. Tulisannya menarik pak..
    Kalau biasanya penjelasan miras dari sisi Agama (Haram & Halal -> Miras = Khomar), pendekatan Bapak lebih ilmiah..

    Terima kasih informasinya.. 🙂

  3. kok ungu ato biru knapa apk?

    spirtus n methanol beda kan?.
    hehehe

    • saya ada tugas nch mas
      1. knpa spiritus berwrna biru
      2.kenapa spiritus berbau seperti tape

      • 1. Warna itu ditambahkan sesuai kesepakatan dalam perdagangan. Mirip dengan penambahan warna hijau atau merah pada minyak tanah walaupun tujuan penambahan warnanya berbeda dengan spiritus.
        2. Karena spiritus itu adalah campuran metanol dan etanol, dan etanol itulah yg zat yg terbentuk saat fermentasi beras atau singkong dengan bantuan ragi pada tape.

  1. Ping-balik: BERCERMIN DARI KASUS MIRAS OPLOSAN « Wujud'kan Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: