Rapat Pansus Century = Opera van Java versi DPR

Sebuah Catatan kecil untuk Si Ruhut “Poltak” Situmpul Otak

Pansus 9-0

Pansus 9-0

Rapat Pansus DPR pada kasus Bank Century, bagus juga ditonton sambil minum kopi. Drama itu mampu menggantikan acara Opera van Java di hati saya. Karena saya suka OvJ, tetapi dgn adanya siaran langsung Rapat Pansus Century, saya tunda dulu menonton OvJ.
Lakon Opera van Java di gedung DPR itu semakin jelas, dgn adanya Si Ruhut “Poltak” SiTumpul Otak. Kalau kita ingat pernyataan Almarhum GusDur bahwa anggota DPR sekelas anak TK, maka si ruhut itu malah lebih rendah dari anak TK.

Saya tidak mempunyai kapabilitas untuk menilai atau kepentingan pribadi secara langsung terhadap isi rapat itu. Makanya dalam tulisan ini, saya hanya ingin menyampaikan beberapa catatan kecil dari kelakuan Poltak si anak TK. Catatan kecil ini saya kelompokkan berdasar tema yang terjadi:

Yang Lucu : dia mengkalim dirinya “Ahli Hukum” pd waktu bertanya ke Raden Pardede (Kamis, 14 Jan 2010). Coba tanya brp IPnya waktu sekolah dulu. Sebenarnya pelarian saja, dia masuk di gedung Dewan. Dari segi kualitas pribadi sangat jauh dari ukuran seorang wakil rakyat. Jd aktor, aktingnya lebih bagus si baim. Jadi penasehat hukum,…… %$#?/%#%?  apa masih laku???

Yang menjijikkan : pernyataannya yg selalu “menjilat” Boediono dan Sri Mulyani dengan sebutan pahlawan. Sebenarnya ia sendiri yg mau jd pahlawan kesiangan dgn pernyataannya itu. Tapi siapa yg mau mengakui? Mungkin sesama partainya.

Yang memperjelas kerendahan martabatnya : kata “bangsat” yg terucap dari mulutnya dan disaksikan oleh jutaan pemirsa tanah air. Yang pernah menjadi guru si poltak ini, wajib kiranya untuk menangis. Apa pernah mengajarkan kata-kata spt itu?

Yang membahayakan : penyebutan “daeng” pada Bapak JK. Kalau yg ini, orang Bugis Makassar yg paling tau. Betapa sakitnya, orang sebesar JK, dipanggil dgn sebutan “daeng” di rapat Dewan yg terhormat. Beruntung, JK masih berbesar hati sbg negarawan tdk mau terpancing pernyataan si ruhut.

Menarik juga kiranya, jika saya mengutip beberapa kegusaran dari facebookers di grup “Say No to Ruhut Sitompul“. Mau ikutan grup itu, klik di sini

Aries Budhyanto menyarankan, “atas nama rakyat Indonesia…bgmana kalo binatang satu ini kita serahkan ke Ragunan biar nggak berkeliaran.
daag… poltak.”

Saya bilang: “tdk usah dibawa ke ragunan, terlalu mewah. karena jika dia satu kandang dengan orang utan, berarti banyak yg kunjungi (=fans). bawa saja ke makassar, jadikan jangkar pinisinya orang bugis. itu lebih cocok bagi si ruhut “poltak” situmpul otak = anak tk.

Iceu Maryani bertanya,”gmn ya persaan orang2 yg dlu milh s poltak liat klakuannya skarang ? nyesel ga ya?”

saya jawab: tergantung kualitas pemilihnya, bunda. Jika pemilihnya sama joroknya dgn dia,sama idiotnya dgn dia, maka mereka TIDAK AKAN MENYESAL

Rizky M Spd mengatakan, “biarkan ruhut bkrja d dpr tp bkn jd anggota dewan,jd satpam’y za krn dy org’y galak cocok bwt jd satpam…………”

saya sarankan: coba cermati perjalanan rapat pansus century, si poltak itu sebenarnya kekurangan pertanyaan, sehingga dia hanya berkeok-keok, misi yg dia bawa dari PD jg bisa dibaca

Camecox Alan bicara, “kok kalo rapat……..slalunya interupsi !!!!!bikin kacau saja……gag ada omongan yg bebobot?……cocoknya di jalanan saja jadi preman.”

saya tambahkan: dia sebenarnya kekurangan pertanyaan, makanya spy di liat pemilihnya maka banyakberkeok-keok. Padahal dari isi bicaranya, ketahuan kualitas dia.

About wujuddin

Saya lahir di Kanakea, Maret 24, 1971 Pendidikan formal saya Kimia, tetapi sekarang lebih suka mengajar TIK.

Posted on Januari 15, 2010, in Opini, Serba-Serbi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. apa daeng itu gelar bangsawan kaya andi?

    • iya, tetapi lebih rendah “daeng” dibanding “andi”, sehingga orang sebesar JK, hal itu merupakan penghinaan. Krn saat ini ada pergeseran makna yg signifikan utk sebutan “daeng”. Contohnya tukang becak di kota makassar dipanggil “daeng”. Ditambah lagi nada dan intonasi si ruhut di rapat pansus menyebut bpk JK dgn “daeng” sangat tdk pantas, lembut tapi bermakna memperolok-olok dan menghina. Ingin sekali sy dpt membalas perlakuan SiTumpul otak itu secara langsung berhadapan dgn dia.

  2. Orang2 seperti dia lah yg menjadi alasan kita memiliki jari tengah! Ayo rame2 teriak FUCK YOU RT!

    • Thank’s Adel, ttp tdk perlu segitunya, reaksi kita. Org yg berlaku tidak bermartabat spt dia, tdk usah dibalas dgn perbuatan tdk bermartabat pula. Krn kt tdk mau serendah dia. Yg pasti kt tdk suka sikap yg dia pertontonkan: suka memuji diri sendiri, merasa benar sendiri, mementingkan golongan, kualitas bicaranya rendah (jauh dari kata “ahli”, spt dia pernah menyebut dirinya “ahli hukum” tai ngongo), suka menjilat, bunglon (coba ingat, di rapat pansus dia masih jg menyebut dirinya kader Golkar. Hati2 partai demokrat, dia org yg tdk jelas keberadaannya.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: