Selamatkan Mutu Pendidikan Kita Melalui Penilaian

smansaPenilaian hasil belajar dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan dan pemerintah. Penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikan merupakan penilaian internal (internal assessment), sedangkan penilaian yang diselenggarakan oleh pemerintah merupakan penilaian eksternal (external assessment).  Penilaian internal adalah penilaian yang direncanakan dan dilakukan oleh guru pada saat proses pembelajaran berlangsung dalam rangka penjaminan mutu.  Penilaian eksternal merupakan penilaian yang dilakukan oleh pemerintah sebagai pengendali mutu, seperti ujian nasional.
Dari uraian di atas nyata terlihat bahwa ujung tombak penilaian pendidikan kita adalah pendidik yang katanya merupakan pihak yang paling tahu dan paling mengerti perkembangan peserta didiknya. Jika sistem penilaian pendidikan kita sudah baik, maka penerapannya di tingkat satuan pendidikan yang perlu dipertanyakan. Apakah pendidik dan satuan pendidikan telah melaksanakan penilaian internal dengan benar?
Dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dikenal istilah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang merupakan “nilai” minimal yang harus dicapai setiap peserta didik agar dinyatakan “LULUS” pada setiap mata pelajaran. KKM suatu mata pelajaran dapat sama atau dapat pula berbeda dengan KKM mata pelajaran lain tergantung kepada intake siswa, tingkat kesukaran dan sarana pendukung yang dimiliki oleh setiap Satuan Pendidikan. KKM suatu mata pelajaran paling rendah 60. Sehingga jika seorang peserta didik selama mengikuti pendidikan pada satuan pendidikan tertentu minimal memiliki nilai 60, mengapa harus takut dengan batasan lulus Ujian Nasional yang lebih rendah?
Kenyataan yang terjadi adalah bahwa kita, baik sebagai pendidik, peserta didik maupun sebagai satuan pendidikan tidak mampu atau tidak mau menjawab pertanyaan kecil di atas. Tapi kita harus jujur bahwa jawabanya kita telah sama-sama tahu. Bahkan pertanyaan-pertanyaan kecil lain yang mendahuluinya seperti:

  • Apakah pendidik telah melakukan penilaian dengan prosedur yang benar?
  • Apakah alat-alat evaluasi yang digunakan oleh pendidik telah valid dan reliabel?
  • Apakah evaluasi yang dilaksanakan mengarah pada pencapaian kompetensi yang  diinginkan kurikulum, atau hanya sekedar menguji penguasaan materi?
  • Apakah nilai yang diputuskan bagi setiap peserta didik obyektif, sehingga setiap nilai yang tertera pada Laporan Hasil Belajar (LHB) betul-betul menunjukan kompetensi yang dicapainya?
  • Apakah hasil evaluasi ada manfaatnya bagi pendidik dan peserta didik, atau hanya sebagai bingkisan kosong tanpa makna dari pendidik kepada peserta peserta didik setiap akhir semester.

Sedangkan Ujian nasional sebagai penilaian eksternal yang dilakukan pemerintah, dengan alat evaluasi dan sistem pelaksanaan yang telah disusun dengan baik harus pula dikotori oleh oknum-oknum yang hanya ingin mengeruk keuntungan sendiri tanpa memikirkan dampak negatif yang ditimbulkannya.

About wujuddin

Saya lahir di Kanakea, Maret 24, 1971 Pendidikan formal saya Kimia, tetapi sekarang lebih suka mengajar TIK.

Posted on September 1, 2009, in Opini and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. wah.. masih masalah ini yah pak guru???
    brarti blum tuntas yah…????

    hmm,,,,, tahun ini pak guru ngajar di kelas unggulan???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: