Kriteria MOS yang Tepat


Tulisan ini saya kutip dari

Sumber Asli : http://news.okezone.com/read/2015/07/28/65/1186539/kriteria-mos-yang-tepat

JAKARTA – Memulai tahun ajaran baru, sejumlah sekolah kerap disibukkan dengan kegiatan masa orientasi siswa (MOS). Tidak jarang, sejumlah kegiatan MOS mengandung tindak perploncoan.

MOS sejatinya proses untuk bisa memperkenalkan lingkungan sekolah kepada para siswa baru. Berikut ini sejumlah pelaksaaan MOS yang ideal bagi siswa baru, seperti dirangkum Okezone, Selasa (28/7/2015).

1. MOS bukan ajang balas dendam

Kerap di sejumlah MOS yang dilakukan menjadi salah satu cara senior bisa ‘balas dendam’ terhadap junior. Sebaliknya, MOS yang baik harus memiliki tema serta konsep untuk mengarahkan siswa baru pada hal-hal yang berguna.

2. MOS adalah sambutan hangat bagi generasi baru

MOS harus bisa menjadi media bagi calon siswa mengetahui seluk beluk tempat ia akan melanjutkan pendidikan, bukannya melemahkan mental mereka.

3. MOS untuk menginspirasi

Kegiatan MOS harus bisa menumbuhkan kecintaan terhadap tempatnya menuntut ilmu. Bukan, menyia-nyiakan segala hal untuk melakukan berbagai kegiatan yang tidak berguna dengan acara.

4. MOS langkah awal untuk berprestasi

Tugas-tugas yang biasanya tidak bermanfaat bisa diubah menjadi tugas yang kreatif dan unik. MOS adalah ajang untuk kita bisa berprestasi.

5. MOS sebagai pengenalan

Tujuan dari MOS adalah mengajak siswa baru untuk bisa melakukan pengenalan. Baik kepada lingkungan sekolah maupun ke sesama siswa baru. (afr)

Bukan ajang guru mempromosikan dirinya dan mencari siswa mana yang perlu didekati, anaknya siapa.

Beri kesempatan kepada siswa untuk mengetahui posisi dirinya di sekolah baru. Sedangkan posisi pendidik sudah jelas.

Membangun Computer Based Test


Tulisan ini memang baru rencana, mohon maaf bila belum dapat diposting. Harap dimaklumi kenapa saya harus mendahului sebelum tulisan saya selesai, karena ini akan menjadi motivasi bagi saya untuk merampungkan tulisan ini dan CBT adalah fenomena yang harus diterima oleh rekan-rekan guru seluruh Indonesia menyongsong perkembangan IT di bidang pendidikan. Rekan-rekan guru jangan hanya berpuas diri dengan kemampuan pemanfaatan teknologi yang dimiliki sekarang. Jangan hanya puas bisa mengetik soal ulangan di MS Word dan bisa mengelola nilainya di MS Excel. Zaman terus berkembang, yang tadi itu zamannya Paper Based Test. Mari sambut dengan riang gembira dan sukacita bahwa kita akan semakin dimudahkan dengan Computer Based Test. Tapi tentulah sangat berduka cita bahkan takut bagi rekan-rekan guru yang tidak memiliki pengetahuan dalam menyambut sang tamu yang bernama “CBT” itu.

Oleh karena itu, tulisan saya ini terlintas di pikiran saya untuk membantu rekan-rekan guru untuk bersukacita menyambut era CBT. Sekolah juga sudah mulai berpikir untuk menyiapkan warga sekolah, siswa, guru, tata usaha (penjaga sekolah, perlu juga diberi pemahaman) menyambut CBT. Wahai para penguasa, gunakan dana BOS untuk melatih guru, siswa melalui In House Training (IHT), MGMP. Tingkatkan kualitas pendidik, raih Indeks Integritas Sekolah yang baik, jangan hanya bersolek, mengecat, bikin taman dan bagi-bagi nasi kotak.

Catatan Hormat saya buat Prof. Dr. Mahfud MD


Pemilik tulisan ini adalah Ferizal Ramli yang saya posting ulang karena saya juga mengagumi Bapak Mahfud MD berdasarkan rekam jejak selama beliau di Mahkamah Konstitusi.

Ferizal Ramli's Blog

Buat Yth Pak Mahfud MD

Mahfud_MDSaya memang bukan siapa-siapa. Saya hanya penganggum anda dan nyaris saya “kehilangan” daya kritis terhadap anda karena kekaguman saya. Saya mungkin termasuk salah satu mahasiswa yang pertama yang membaca disertasi anda dulu sekali tentang UU Parpol produk ORBA. Sebuah disertasi amat tebal seingat saya 400 halaman, saya telaah semua karena begitu kaya ilmu dan indialisme yang menginspirasi saya. Itu terjadi tahun 1994-an. Saya penganggum anda Pak Mahfud sampai hari ini meskipun pilihan politik saya tidak sama dengan anda.

Sekarang ijinkan lah saya utarakan secara terbuka kekhawatiran saya atas nama baik anda. Pak Mahfud, Prabowo kalah itu realitas dan masalah waktu. Jika pun bapak ingin tunggu keputusan resmi KPU maka sebaiknya bapak menjaga jarak dengan lembaga-lembaga Quick Count tanpa kredibilitas apalagi kalau bapak sampai menjadi arsitek dari Quick Count yang tidak kredibel. Bapak nanti akan tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia sebagai tokoh yang tidak ksatria.

Jika memang…

Lihat pos aslinya 275 kata lagi

Surat Terbuka untuk Kepala BPN


Ada Pungli Pengurusan Roya di BPN Kota Baubau?

Jawaban pertanyaan di atas = YA, jika pengurusan Roya ternyata hanya Rp 50.000.

Baca juga link berikut

Tulisan ini adalah surat saya kepada Kepala BPN Kota Baubau

Dengan hormat,

Dalam rangka mendukung gerakan reformasi birokrasi di lembaga pemerintahan yang Bapak pimpin apalagi bawahan Bapak memakai pin Reformasi Birokrasi, maka dengan ini saya mengadukan pelayanan pegawai di lembaga Bapak yang sangat tidak mendukung reformasi birokrasi dimaksud.

Pada hari Selasa, 3 September 2013 sebelum jam 11 siang saya datang ke Kantor BPN Kota Baubau untuk mengurus Penghapusan Hak Tanggungan (Roya) atas tanah saya berdasarkan Surat dari Kantor Cabang Bank BNI Cabang Baubau Nomor Bau/9/082/R tanggal 29 Januari 2013. Petugas loket yang menerima saya adalah Dirham NIP.197804062007011002. Setelah Tanda Terima Dokumen dibuat, oleh pegawai tersebut saya dimintai biaya pengurusan sebesar Rp 300.000 (tiga ratus ribu rupiah). Karena jumlah tersebut menurut saya cukup besar sehingga sambil saya menyerahkan uang, saya meminta kuitansi pembayaran dan penjelasan maksud pembayaran. Tapi oleh ybs dijawab tidak disiapkan kuitansi dan tidak menjelaskan maksud pembayaran. Menurut ybs hal seperti ini sudah sering terjadi. Karena saya ingin mengkonfirmasi ke pihak Bank BNI, maka ybs mengembalikan uang saya.

Setelah kembali dari Bank BNI sebelum jam 12.00 siang, dan tanpa mempersoalkan lagi jumlah pembayaran, saya menyampaikan agar proses permohonan Roya atas tanah saya dilanjutkan, namun oleh ybs tidak dapat melanjutkan dan menyuruh saya datang esok hari sambil mengambil dan meremas Tanda Terima Dokumen yeng belum ditandatangani lalu dibuang di keranjang sampah. Kemudian pergi meninggalkan saya, tetapi dia lupa Tanda Terima Dokumen dengan Nomor Berkas Permohonan 3382/2013 berbarcode, sudah ditandatangani dan sudah distempel ada ditangan saya (fotocopy saya lampirkan). Saat itu tidak ada antrian. Mohon Bapak dengan besar hati menilai apakah yang telah dilakukan bawahan Bapak menunjukkan reformasi birokrasi sesuai dengan pin yang mereka pakai.

Setelah kejadian ini, muncul pertanyaan saya:

  • Benarkah biaya pengurusan Penghapusan Hak Tanggungan (Roya) sebesar Rp
    300.000 (tiga ratus ribu rupiah)?
  • Kenapa tidak disiapkan kuintasi? Sehingga masyarakat lebih jelas apa saja yang
    harus dibayar.
  • Apakah cukup jawaban dari petugas bahwa hal ini sudah biasa kami lakukan?

Untuk mendukung keraguan saya tersebut bersama ini saya melampirkan pula beberapa berita atau tulisan di internet tentang besarnya biaya Roya. Jika isi berita yang saya lampirkan ini salah, mohon pihak BPN Kota Baubau lebih terbuka menyampaikan ke masyarakat dan saya siap membantu mensosialisasikannya di lingkungan kerja saya, SMAN 1 Baubau bahkan di internet.

Atas perhatian Bapak, saya ucapkan terima kasih KARENA TANPA KORUPSI NEGARA BISA
BERBUAT LEBIH BANYAK.

Perlu Bapak ketahui bahwa pada saat saya mengantar Surat ini ke Kantor BPN Kota Baubau keesokan harinya, Dirham dengan sangat arogan dan penuh emosi ingin memukul saya di hadapan teman-temannya. Maklum di kandang sendiri. Tetapi tidak pernah menjawab berapa sebenarnya biaya pengurusan Roya.

Wahai Generasi Muda, YANG BIASA BELUM TENTU YANG BENAR, dan BANGSA INI SUDAH SEMAKIN TERPURUK KARENA MEMPERTAHANKAN KEBIASAAN BURUK

‘Barcode’ Menghapus Kecurangan UN???


Tulisan ini saya kutip dari Kompas[dot]com. Judul aslinya saya ubah karena keraguan saya bahwa penerapan ‘Barcode’ pada Naskah Soal dan Lembar Jawaban Ujian Nasional dapat menghapus kecurangan dan kebocoran soal Ujian Nasional yang selama ini terjadi. Tapi secara pribadi, saya berharap jawaban dari Judul yang saya berikan adalah “YA”. Namun demikian perlu diakui bahwa ‘barcode’ yang ada LJK dan Naskah Soal Ujian Nasional dapat dibaca dengan aplikasi Android menggunakan gadget dengan harga terjangkau seperti LENOVO S880 – White

Berikut tulisan aslinya yang saya tampilkan tanpa pengeditan sesuai dengan aslinya.

0751293620X310DEPOK, KOMPAS.com – Persoalan kebocoran soal Ujian Nasional (UN) menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam penyelenggaraan UN selanjutnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Kemdikbud mengeluarkan format baru untuk naskah soal dan lembar jawaban UN 2013.

Read the rest of this entry

Fungsi TEXT Pada MS EXCEL


Salah satu kategori fungsi pada Microsoft Excel adalah fungsi TEXT, yang berisi fungsi-fungsi yang dapat digunakan untuk mengolah data berupa teks/STRING/label/kata/kalimat bahkan dapat digunakan untuk mengolah data numerik tetapi tentunya akan menghasilkan data text/label.

Beberapa fungsi TEXT adalah: Read the rest of this entry

FUNGSI IF UNTUK MENYELESAIKAN PERTIDAKSAMAAN MATEMATIKA


Salah satu fungsi logika pada program pengolah angka Microsoft Excel adalah fungsi “IF”. Bentuk umum fungsi IF adalah:

IF(logical_test;[value_if_true];[value_if_false])

Berdasarkan bentuk umum di atas, fungsi IF memerlukan tiga parameter

  1. P1 adalah logical_test : nilai atau ekspresi yang akan diuji secara logika, apakah bernilai BENAR (TRUE) atau SALAH (FALSE);
  2. P2 adalah value_if_true : nilai yang diberikan jika nilai atau ekspresi yang diuji pada P1 bernilai TRUE;
  3. P3 adalah value_if_false : nilai yang diberikan jika nilai atau ekspresi yang diuji pada P1 bernilai FALSE;

Nilai pada P1 dan P2 dapat berupa teks yang penulisannya diapit dengan tanda kutip ganda (“);

Bandingkan tiga rumus yang menggunakan fungsi IF berikut: Read the rest of this entry

Ketentuan Tugas TIK


Untuk memperjelas apa yang harus dilakukan siswa SMA Negeri 1 Baubau yang saya ajar pada Tugas Onlinenya, maka berikut saya menyampaikan beberapa ketentuan yang berkaitan dengan tugas tersebut. Tulisan ini akan saya perbaharui sesuai perubahan ketentuan yang saya berikan kepada siswa. Sehingga siswa diharapkan sebelum mengerjakan tugas TIK harus membaca tulisan ini lagi. Tulisan ini juga berguna bagi saya sebagai arsip.

OneCyberTeam

Ketentuan Tugas 2:

  1. Login sebagaimana biasa pada tugas.wujuddin.web.id atau siswa pengguna HP disarankan menggunakan alamat tugas.wujuddin.web.id/m
  2. Klik Tugas 2
  3. Tema Tugas adalah Perintah dengan Keyboard pada Tab Home dan Insert, sehingga pada kotak Perintah, tuliskan pada MS Excel yang dapat dilakukan dengan keyboard khusus pada 2 tab yaitu tab HOME dan tab INSERT. Contoh Alt+H   ; Alt+H,1   ; Alt+H,3,D   ; Alt+N,W   ; Alt+N,V   ;  Alt+N,V,T   dsb.
  4. Pada kotak Makna Perintah, tuliskan makna dari perintah yang kamu tuliskan di kotak Perintah. Contoh : Mengaktifkan Tab Home (Excel 2007), Membuat efek garis bawah ganda pada teks (Excel 2007), Menyisipkan/membuat WordArt (Excel 2007) dll
  5. Perhatikan masa berlaku tugas 2 dan jumlah jawaban yang dapat dikirim setiap siswa, yang saya posting di OneCyberTeam.

Ketentuan Tugas 3 TIK

Secara umum ketentuan Tugas 3 TIK sama dengan ketentuan Tugas 2 TIK. Hanya pada Tugas 3 TIK ini, siswa diminta untuk mengirimkan Perintah dengan Keyboard untuk Tab PageLayout, Formulas, Data, Review dan View.

Ketentuan Tugas 4 TIK

  1. Login sebagaimana biasa pada tugas.wujuddin.web.id atau siswa pengguna HP disarankan menggunakan alamat tugas.wujuddin.web.id/m
  2. Klik Tugas 4
  3. Tema Tugas adalah FUNGSI yang terdapat pada Program Pengolah Angka MS Excel terbatas pada 7 kategori yaitu Date & Time; Math & Trig; Statistical; Lookup & Reference; Database; Text; dan Logical
  4. Pada kotak Nama Fungsi, tuliskan nama fungsi#kategori. Nama fungsi ditulis dengan huruf kapital, sedangkan kategori ditulis sesuai ejaan bahasa aslinya. Contoh SUM#Math & Trig ; AVERAGE#statistical ; VLOOKUP#Lookup & Reference ; DCOUNT#Database ; DATEVALUE#Date & Time ; MID#Text dsb.
  5. Pada kotak Bentuk Umum, tuliskan BENTUK UMUM (syntax) dari FUNGSI yang kamu tuliskan di kotak Nama Fungsi. Contoh : Jika di kotak Nama Fungsi dituliskan AVERAGE#Statistical maka di kotak BENTUK UMUM isi dengan AVERAGE(number1;[number2];…). Bentuk umum harus merujuk pada bentuk dan bahasa aslinya yg dapat dilihat pada program Excel.
  6. Mohon diingat Tugas 4 TIK diperiksa secara otomatis sehingga kesalahan penulisan baik pada kotak Nama Fungsi maupun Bentuk Umum mengakibatkan kiriman Anda tidak dinilai.
  7. Perhatikan masa berlaku Tugas 4 TIK dan jumlah jawaban yang dapat dikirim setiap siswa, yang saya posting di OneCyberTeam.

Ketentuan Tugas 5 TIK

  1. Login sebagaimana biasa pada tugas.wujuddin.web.id atau siswa pengguna HP disarankan menggunakan alamat tugas.wujuddin.web.id/m
  2. Klik Tugas 5
  3. Tema Tugas adalah SHORTCUT yang terdapat pada Program Pengolah Angka MS Excel baik kombinasi tombol Ctrl dengan satu tombol lain seperti Ctrl+A, Ctrl+1, Ctrl+PageUp atau tombol fungsi seperti F1, F12 dll. Sehingga pada kotak Shortcut, tuliskan shortcut tanpa spasi.
  4. Pada kotak Makna Shortcut, tuliskan makna dari Shortcut yang kamu tuliskan di kotak Shortcut. Contoh : Jika di kotak Shortcut dituliskan Ctrl+1 maka di kotak Makna Shortcut isi dengan Membuka kotak dialog format sel.
  5. Mohon diingat, walaupun Tugas 5 TIK tidak diperiksa secara otomatis, tetapi penghapusan kiriman tugas yang tidak sesuai dilakukan secara otomatis. Contoh saya akan memberi perintah menghapus semua kiriman Tugas 5 TIK yang Shortcutnya mengandung spasi.
  6. Perhatikan masa berlaku Tugas 5 TIK dan jumlah jawaban yang dapat dikirim setiap siswa, yang saya posting di OneCyberTeam.

HT (Handy Talky) dan Internet


Tulisan ini tidak akan membahas hubungan antara Handy Talky (HT) dengan Internet, tetap hanya berisi percakapan antara saya dengan teman saya. Nama teman saya itu, Sunaryo, tapi titelnya saya tidak tau persis, kemungkinan besar Master Engineering karena mengajar (atau lebih tepatnya dosen di Universitas Sulawesi Tenggara jurusan Teknik). Ada beberapa kemiripan antara saya dengan Pak Sunaryo, beliau tinggalkan Kimia pada tahun pertama kami kuliah (tidak mau menyelesaikan kuliahnya di Kimia, mungkin tidak suka kalau jadi guru Kimia, lebih tertarik pada bidang teknik), makanya saya masih ingat pada buku catatannya waktu kami kuliah dulu, ditulis Nama : Sunaryo; Jurusan : Teknik Kimia. Padahal jurusan kami waktu kuliah bukan Teknik Kimia, tapi karena beliau terobsesi pada bidang teknik makanya ditulis Teknik Kimia (seharusnya Pendidikan Kimia). Sementara saya tinggalkan Kimia (walaupun tidak sepenuhnya) saat saya sudah mengajar Kimia 10 tahun. Kemudian kami sama-sama lebih tertarik bidang teknologi, beliau di teknik bangunan, saya di bidang teknologi informasi (walaupun belajar sendiri, otodidak).

Pada hari Senin tanggal 13 Agustus 2012, beliau menyapa saya via Facebook Chatting, dan percakapan kami bersambung di hari Selasa 14 Agustus 2012. Berikut adalah cuplikan percakapan antara saya dengan Pak Sunaryo, M.Eng.

Catatan: Yang dituliskan di dalam kurung adalah apa yang saya pikirkan selama percakapan berlangsung Read the rest of this entry

Pengamat: Kami Berharap MK Menghapus RSBI


Sumber : edukasi.kompas.com

Tulisan ini saya ambil dari situs berita kompas[dot]com, karena saya tertarik dan sejalan dengan pemikiran saya maka tulisan ini saya posting kembali di blog saya ini tanpa pengeditan. Jika ingin melihat sumber aslinya klik di sini.

Isi tulisannya:

JAKARTA, KOMPAS.com — Koalisi Masyarakat Anti Komersialisasi Pendidikan (KMAKP) berharap Mahkamah Konstitusi (MK) dapat membatalkan pasal mengenai rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI/SBI) yang tertuang dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).

Alasannya, RSBI merupakan kesalahan besar dalam pembangunan pendidikan nasional dan tidak sejalan dengan pembukaan UUD 45, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Seperti diketahui, KMAKP selama beberapa bulan ini gencar menolak keberadaan RSBI. Penolakan itu tidak hanya ditunjukkan dengan aksi demonstrasi, tetapi juga sampai pada tahap mengajukan judicial review (uji materi) kepada Mahkamah Konstitusi (MK).

Read the rest of this entry